"Maut gak menunggu “TOBATNYA” kita"
Jujur akhir-akhir
setahun belakangan ini membuat saya terkejut karena di panggilnya sahabat dari
kecil saya yang berjumlah 2 orang dan yang sangat terbaru orang tua (ibunda)
teman saya SMA yang di panggil tepat hari pertama puasa dan dia ingin membuat
kue berbuka puasa setelahnya dia tumbang(menurut dari salah satu sumber), dan 3
hari berselang orang tua teman kampus saya.
Sangat ironis ketika 3 hari sebelum
di tinggal orang tua teman kampus saya ini, dia sempat bertanya kepada saya “
siapa yang meninggal lek?? Dan saya menjawab yang meninggal orang tua kawan SMA
ku, dan setelah komunikasi itu terjadi 3 hari kemudian orang tua si yang
bertanya itu di panggil ke hadapan”NYA” dan yang sangat terbaru berita yang
paling membuat saya agak sedikit tersentak pagi ini adalah senior salah satu
yang saya sukai, namanya bang Rusdi Budiharto. Menurut saya dia adalah pribadi
& individu yang mudah bergaul, apa adanya dan sangat penuh motivasi dan
semangat, dan yang membuat saya salut dengannya salah satunya ialah walaupun
dia mempunyai keterbatasan fisik dia sangat aktif untuk berorganisasi di
kegiatan kampus kami.
ALLAH merubah rencana hanya dengan kedipan mata, baru
tadi malam saya terima kabar dia mengikuti buka bersama dengan organisasinya
dan ketika saya bangun di pagi hari ini mendapat kabar dia telah berada di alam
yang berbeda dengan kita.
Well. Itu sedikit cerita tentang maut gak menunggu
tobatnya kita. Saya bukan terkejut karena orang-orang yang saya ceritakan di
atas di panggil, karena itu emang sudah takdir dari yang kuasa. Yang bikin saya
terkejut ialah kenapa orang-orang ini di panggil begitu sangat cepat di usia
mudanya dan tidak bisa menunjukkan dia sukses di depan orang tuanya. Biarkan
saja pertanyaan itu hanya Allah yang bisa menjawabnya, kita tidak perlu tahu
toh kita hanya menunggu giliran itu kok cepat atau lambat. Yang terpenting
ialah kita harus mempersiapkan bekal sebanyak mungkin bahkan sebanyak-banyaknya
ketika kita telah tiada nanti (dalam segi ibadah). Selamat jalan kawan dan
sahabat ku dari kecil, orang tua dari 2 kawanku, dan 2 orang senior ku, semoga
amal ibadah kalian di terima di sisinya dan di tempatkan di tempat yang paling
nyaman di sana. Sekali lagi “”SELAMAT JALAN KAWAN””.




